This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Visitor In Globe

Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Ilmuwan Temukan 'Monyet Elvis'

Headline


Seperti dikutip Reuters, seekor tokek berwarna, ikan berbentuk seperti ketimun dan seekor monyet berrambut ala Elvis menjadi beberapa hewan dari 200 spesies baru yang ditemukan di Greater Mekong, daerah sungai yang membelah Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan provinsi Yunnan-China.


Keanekaragaman hayati di wilayah ini memang sangat menakjubkan. Bagaimana tidak, seekor spesies baru ditemukan tiap dua hari sekali. Namun, karena batas hukum wilayah kenegaraan, temuan ini agak sulit diteliti.


Awal tahun ini, kabar tidak sedap pun mulai menyebar di wilayah ini di mana pihak WWF mengumumkan, Badak Jawa di Vietnam terancam punah.


"Penemuan 2010 yang kebanyakan merupakan spesies-spesies baru, rata-rata sudah biasa disantap penduduk lokal. Hal ini menyulitkan pencarian," ujar Stuart Chapman, Conservation Director of WWF Greater Mekong.

Iklim Berubah, Beruang Kutub Jadi Kanibal

Thinkstock
Beruang Kutub

Foto mengejutkan tiba dari Laut Barents, Svalbard, Norwegia. Seorang peneliti, Jenny Ross, menangkap momen seekor beruang kutub yang tengah memakan sesamanya.


Perilaku kanibalisme ini disebutkan Ross memang kadang terjadi di kehidupan beruang kutub. Namun, akhir-akhir ini perilaku itu makin bertambah karena mereka mulai kesulitan mendapat sumber makanan. Beruang dewasa bukan hanya memakan beruang dewasa lain, tapi juga anak beruang.


Hasil riset Ross yang dipublikasikan lewat jurnal Arktik menyebut, "Ketika es mulai pecah dan mencair di musim panas, area es di sekitar Kepulauan Svalbard menyusut menjadi pecahan-pecahan kecil. Di beberapa area malah ada yang hilang sama sekali," ujar Ross.


"Ketika area es yang bisa digunakan beruang es menyusut, maka anjing laut (makanan beruang es) makin sedikit. Membuat perburuan beruang kutub makin menurun. Jadi, saat ini beruang muda menjadi sumber makanan yang memungkinkan buat beruang jantan dewasa."


Dalam foto-foto kanibalisme beruang kutub yang diambil oleh Ross, terlihat seekor beruang es jantan tengah menarik bangkai beruang es yang lebih kecil. Dengan rahang kuat dan tenaga yang lebih besar, si beruang dewasa menyeret bangkai itu dari satu pecahan es ke pecahan es lainnya.


Saat Ross mendekat dengan kapal, si beruang dewasa langsung bangkit dan menunjukkan dominasi atas bangkai tersebut. Sementara tak jauh dari peristiwa kanibalisme itu, terlihat seekor beruang lainnya yang diperkirakan induk dari beruang yang dimakan.


"Memakan beruang lain adalah salah satu cara mendapat makanan, ini hal yang cukup mudah buat beruang yang lebih dewasa. Dan karena kondisi es yang hilang saat ini, perilaku seperti ini akan semakin jamak dilakukan," kata Ross lagi.

Minggu, 11 Desember 2011

Konferensi Perubahan Iklim Lahirkan Paket Durban

Ilustrasi: Salah satu yang diduga akibat dampak perubahan iklim adalah lenyapnya Es Kilimanjaro.
Di tengah rasa frustrasi dan kelelahan yang mendera para delegasi, Konferensi Perubahan Iklim PBB, Konferensi Para Pihak ke-17/ Pertemuan Para Pihak untuk Protokol Kyoto ke-7 (COP-17/CMP-7) Kerangka Kerja Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) menghasilkan Paket Durban yang mengadopsi tiga dokumen dan memutuskan rezim baru paska-Protokol Kyoto.

Konferensi berakhir pukul 05.25 waktu setempat atau siang hari  ini, Minggu (11/12/2011).

Terkait dengan pengurangan emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim, para pihak UNFCCC sepakat melanjutkan Protoko l Kyoto ke tahap kedua. Tahap pertama Protokol Kyoto berlaku 2008-2012.

Menurut Komisioner Uni Eropa Connie Hedegaard dalam jumpa pers seusai penutupan konferensi, masa berlaku Protokol Kyoto tahap kedua masih ada dua pilihan, selama 5 tahun (1 Januari 2013-31 Desember 2017) atau 8 tahun (1 Januari 2013-31 Desember 2020). "Masih akan diputuskan pada COP selanjutnya," kata Connie seperti dilaporkan wartawan Kompas Brigitta Isworo Laksmi.

Presiden COP-17 Maite Nkoana-Mashabane yang gembira karena akhirnya semua mau mengadopsi semua dokumen mengatakan, konferensi ini adalah untuk menjaga agar Protokol Kyoto tetap hidup.

Regim selanjutnya untuk pengurangan emisi GHG global akan dibahas mulai COP-18 dan harus selesai tahun 2015. "Rezim lanjutan akan dilaksanakan mulai 2020," tuturnya.

Keputusan penting lainnya yaitu keputusan tentang pengoperasionalan pendanaan iklim jangka panjang (Green Climate Fund) dengan membentuk badan baru. Grup negara-negara diminta mencalonkan anggota badan paling lambat 31 Maret 2012. Sementara pendaftaran untuk menjadi kantor GCF ditunggu hingga tanggal 15 April 2012.

Konferensi COP kali ini adalah yang terpanjang selama ini. Akibat terancam kebuntuan, pada sekitar pukul 15.00 diadakan pertemuan para menteri dari kelompok negara- negara, sementara itu berlangsung juga perundingan di kerja sama jangka panjang (AWG-LCA) serta badan bantuan sains dan teknologi (SBSTA).

Pukul 21.00 dimulai siding untuk pengumpulan pendapat (stocktaking) oleh Presiden COP-17. Istirahat sekitar setengah jam dimulailah Sidang Pleno

Malam Ini, Bulan Jadi Merah Darah

Gerhana bulan total (total lunar eclipse) terjadi
saat Bumi melintas tepat di antara Matahari dan Bulan
dan membuatnya tertutup sama sekali oleh bayangan. 

Sebelum pergi tidur malam ini, jangan lupa tengok ke langit. Sebuah gerhana bulan total akan terjadi pada Sabtu, 10 Desember ini mulai sekitar pukul 12.45GMT atau 19.45 WIB. Anda yang beruntung akan melihat bulan menjadi lebih besar dan berubah warna menjadi merah darah.


Gerhana bulan total (total lunar eclipse) terjadi saat Bumi melintas tepat di antara Matahari dan Bulan dan membuatnya tertutup sama sekali oleh bayangan.


Fenomena itu akan terlihat dari sebagian kawasan di Amerika Utara. Mereka yang tinggal di Kanada dan Amerika Serikat merupakan orang yang beruntung karena berada di posisi yang paling tepat. Namun pemandangan ini juga bisa dinikmati dengan baik oleh mereka yang tinggal di Alaska, Hawaii, Australia, Selandia Baru, Asia Tengah dan Asia Timur.


“Tak hanya menjadi berwarna merah, Bulan juga akan tampak lebih besar karena ilusi bulan,” kata ilmuwan NASA, seperti dikutip dari Space, 10 Desember 2010. “Namun demikian penyebabnya belum bisa dipahami betul oleh astronom,” ucapnya.


Kenyataannya, Bulan tidak membesar, hanya otak manusia yang melihatnya secara berbeda. Sayangnya, mereka yang tinggal di kawasan barat Amerika Serikat saja yang akan dapat melihat fenomena bulan membesar tersebut.


Khusus untuk warna merah yang dimunculkan oleh bulan, sebut juru bicara NASA, penyebabnya adalah lapisan udara berdebu yang mengelilingi planet Bumi yang menyebabkan memantulnya sinar matahari. “Ia memenuhi kegelapan di balik Bumi dengan warna tersebut,” ucapnya.


Tergantung lokasi atau kondisi atmosfer saat gerhana bulan tersebut, Anda dapat melihat bulan menjadi berwarna mulai dari oranye sampai merah darah. “Ini tentu bisa menjadi momen yang sangat dramatis bagi para fotografer,” kata Alan MacRobert, dari Sky & Telescope. “Anda bisa menggunakan lensa telephoto panjang atau bantuan teleskop kecil untuk mengabadikan momen spesial tersebut,” ucapnya.
Diperkirakan, fenomena total lunar eclipse ini baru akan terjadi lagi pada April 2014 mendatang.

Jumat, 09 Desember 2011

Kimia Farma Ciptakan Obat Redakan AIDS

Virus HIV Yang Menempel Pada Sel

Dinas Kesehatan Provinsi Jatim melansir perkembangan virus HIV dan penderita AIDS terus meningkat. Surabaya menempati urutan pertama di Jatim, dengan jumlah 20 ribu penderita yang tercatat di tahun 2010 lalu. Sebanyak 6 ribu di antaranya positif mengidap HIV/AIDS.


"Itu data yang berhasil diungkap," kata Mudjib Afan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim di Seminar HIV/AIDS di Surabaya, Kamis 8 Desember 2011.


Terkait upaya pencegahan meningkatnya virus HIV/AIDS, produsen obat Kimia Farma mengaku telah menciptakan obat yang berfungsi melemahkan perkembangbiakan virus HIV. Obat tersebut bernama ARV.


Obat ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian, penurunan frekuensi rawat inap di rumah sakit, pemulihan kekebalan tubuh, serta penurunan risiko penularan pada orang lain.


"Obat ini diawali oleh sebuah riset yang dilaksanakan pada tahun 2004 lalu. Obat ini sendiri sudah kami edarkan secara resmi,” kata Sjamsul Arifin, Direktur Utama PT Kimia Farma, pada kesempatan yang sama.


Sementara itu, Dr. Endah Citraresmi Staf Kementerian Kesehatan menjelaskan perilaku seks menyimpang masih menjadi faktor paling dominan yang menyumbang tingginya angka virus HIV/AIDS di Indonesia, termasuk di Jatim. Di urutan kedua adalah pengguna jarum suntik secara bergantian.

Kamis, 08 Desember 2011

10 Ramalan Kiamat yang Tak Terbukti

Daratan Yang Terbelah Dalam Film 2012

Munculnya film 2012 yang didasari ramalan kiamat dari kalender Maya membuat banyak orang membicarakan zaman akhir. Banyak yang menganggap ramalan itu sesat. Namun, ada juga yang sedikit percaya. Walau demikian, ternyata ramalan tentang kiamat yang kebanyakan berasal dari latar belakang keagamaan sudah sering diungkapkan. Sepuluh di antaranya— yang kemudian terbukti meleset— adalah:


1. Ayam Peramal dari Leeds, 1806


Sejarah mencatat banyak tokoh yang menyatakan bahwa zaman akhir hampir tiba ditandai dengan kedatangan nabi. Namun, mungkin "nabi" yang paling aneh adalah seekor ayam petelur dari Kota Leeds, Inggris, 1806. Ayam ini awalnya disangka menghasilkan telur yang bertuliskan "Kristus akan datang". Seiring menyebarnya kabar mujizat ini, banyak orang menjadi percaya bahwa kiamat hampir tiba sehingga seorang penduduk yang penasaran akhirnya mengawasi sang ayam ketika bertelur dan menyaksikan penipu yang menuliskan kalimat itu.


2. Kaum Millerite, 23 April 1843 


Seorang petani di New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu yang dipilih Tuhan untuk menghancurkan dunia bisa disimpulkan dari penafsiran harafiah isi Alkitab. Ia menjelaskan hal ini kepada siapa saja bahwa dunia akan berakhir antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia berkotbah dan menerbitkan tulisan cukup banyak dan memimpin ribuan orang (yang disebut kaum Millerite) yang meyakini bahwa tanggal pasti kiamat adalah 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan semua harta miliknya karena percaya semuanya tak dibutuhkan lagi; tapi ketika tanggal 23 April datang (tapi Yesus belum juga datang) maka grup itu pun dibubarkan, lalu sebagian dari mereka membentuk gerakan yang hingga kini dikenal sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (Seventh Day Adventist).


3. Armageddon/Kiamat kaum Mormon, 1891 atau sebelumnya 


Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, mengadakan rapat gereja pada Februari 1835 untuk memberitahu bahwa ia berbicara kepada Tuhan. Selama pembicaraan itu, Smith mengakui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan, dan selanjutnya masa akhir zaman akan segera dimulai.


4. Komet Halley, 1910


Tahun 1881, seorang astronom, dari analisa spektral, menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari asal kata sianida). Tadinya ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910. Apakah permukaan planet akan terselubung oleh gas beracun? Itulah spekulasi yang dicetak di halaman depan koran The New York Times dan sejumlah koran lainnya, yang mengakibatkan menyebarnya kepanikan di seluruh AS dan di negara lainnya. Akhirnya, para ilmuwan dengan kepala dingin menjelaskan bahwa hal itu tak patut dikhawatirkan.


5. Pat Robertson, 1982 


Mei 1980, televangelis dan pendiri Koalisi Kristen, Pat Robertson, mengejutkan dan menakuti banyak orang ketika ia menyatakan dalam acara TV-nya, "700 Club", kepada pemirsa di seluruh dunia bahwa ia tahu kapan dunia akan berakhir (padahal dalam Alkitab sendiri di Matius 24:36 tentang kiamat dinyatakan "Tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, bahkan malaikat-malaikat di surga tidak tahu"). "Saya menjamin bahwa pada tahun 1982 akan ada penghakiman dunia," kata Robertson.


6. Heaven's Gate, 1997 


Ketika komet Hale-Bopp muncul tahun 1997, muncul isu bahwa pesawat alien tengah mengikuti komet itu. Hal itu ditutupi oleh NASA dan komunitas astronomi. Walau dugaan itu dibantah oleh para astronom (dan bisa dibantah siapa saja yang memiliki teleskop yang bagus), isu ini sempat disiarkan dalam acara radio "Coast to Coast AM" yang dibawakan Art Bell dan bertemakan paranormal. Dugaan ini menginspirasi suatu kultus pemercaya UFO (unidentified flying object yang dianggap pesawat alien) di San Diego yang menamakan diri Heaven's Gate untuk memercayai bahwa dunia akan segera berakhir. Dunia memang berakhir bagi 39 anggota kultus itu yang bunuh diri pada 26 Maret 1997.


7. Nostradamus, Agustus 1999 


Karya tulis Michel de Nostradame yang sangat membingungkan dan metaforis telah menarik perhatian banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya, yang ketepatannya sangat tergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan dan diterjemahkan ulang dalam puluhan versi yang berbeda. Salah satu baris tulisannya menyebutkan, "Tahun 1999, bulan ketujuh / Dari langit datang raja besar teror." Banyak pengikut Nostradamus menjadi resah karena menduga bahwa inilah penglihatan sang peramal terkenal itu terhadap kiamat.


8. Y2K, 1 Januari 2000 


Ketika abad lalu hampir berakhir, banyak orang khawatir bahwa komputer akan menyebabkan kiamat. Permasalahannya, yang diketahui sejak 1970, adalah bahwa banyak komputer takkan bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900. Tak ada yang tahu pasti apa efeknya, tapi banyak yang menduga akan terjadi bencana, mulai dari mati lampu massal hingga ledakan nuklir. Penjualan senjata meningkat dan orang bersiap bertahan hidup dalam bungker. Namun nyatanya, tak banyak kesalahan terjadi ketika milenium baru dimulai.


9. 5 Mei 2000 


Kalau memang kesalahan Y2K tak terjadi, maka bencana global dijamin akan terjadi oleh Richard Noone, pengarang buku 5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster di tahun 1997. Menurut Noone, massa es di Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada tanggal 5 Mei 2000, suatu tanggal yang juga bertepatan dengan sejajarnya planet-planet di tata surya, yang entah bagaimana akan menyebabkan pembekuan global yang fatal. Tanggal itu berlalu dan bumi belum beku, tetapi buku itu malah "panas" di pasaran. Mungkin juga, pemanasan global mencegah terulangnya zaman es itu.


10. God's Church Ministry, musim gugur 2008


Menurut pendeta dari God's Church, Ronald Weinland, akhir zaman telah tiba, lagi. Bukunya di tahun 2006, 2008: God's Final Witness, menunjukkan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan pada akhir 2006, "paling lama 2 tahun tersisa sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa, dan tak akan menjadi negara merdeka lagi," dan buku itu juga mencatat, "Ronald Weinland mempertaruhkan reputasinya sebagai nabi akhir zaman Tuhan."


Nah, kesepuluh ramalan itu tidak terjadi sehingga ada baiknya kita juga tidak khawatir berlebihan tentang ramalan akhir zaman tahun 2012. Bukankah banyak tulisan yang menyebutkan bahwa tidak seorang pun akan tahu waktunya?

Prasasti Maya Bukan Petunjuk Kiamat

Situs Comalcalco di Meksiko. Di tempat ini, para ilmuwan
National Institute of Antropology and History
 menemukan prasasti yang menjadi referensi tentang terjadinya kiamat pada 2012.

Beberapa waktu lalu, National Institute of Anthropology and History di Meksiko mengumumkan penemuan Prasasti Comalcalco. Prasasti itu memiliki kalender lingkaran, kombinasi posisi hari dan bulan yang berulang tiap 52 tahun. Tanggal yang tertera pada prasasti, diduga 21 Desember 2012, terkait dengan akhir Baktun (periode tiap 394 tahun) ke-13. Angka 13 dianggap sebagai angka keramat dalam kebudayaan Maya.


Beberapa kalangan pun berspekulasi bahwa prasasti itu adalah petunjuk kiamat 2012. Namun, beberapa kalangan lain mengatakan bahwa prasasti tersebut bisa saja merujuk pada kejadian pada masa lalu atau sekadar pergantian era. Prasasti lain yang pernah diduga merujuk pada kiamat 2012 adalah Prasasti Tortuguero. 


Menanggapi dugaan tersebut, ilmuwan Jerman, Sven Gronemeyer, mengatakan bahwa Prasasti Comalcalco bukan petunjuk kiamat dalam waktu dekat. Ia mempresentasikan interpretasi teks pada Prasasti Comalcalco pada pertemuan di situs arkeologi Palenque, Chiapas, selatan Meksiko. Interpretasi tersebut menjadi yang pertama untuk Prasasti Comalcalco.


Gronemeyer mengatakan, tanggal pada Prasasti Comalcalco merujuk pada kembalinya Bolon Yokte, dewa perang dan penciptaan, pada akhir Baktun ke-13. Teks yang diukir 1300 tahun lalu di prasasti itu juga merujuk pada akhir siklus ke-5.125 dari kalender panjang Maya yang dimulai sejak 3113 Sebelum Masehi. Teks pada prasasti itu merupakan ramalan penguasa Maya, Bahlam Ajaw.


"Bagi elite di Tortuguero, sangat jelas bahwa mereka harus mempersiapkan tanah untuk kembalinya dewa dan Bahlam Ajaw akan menjadi orang yang bertanggung jawab memimpin upacara penyambutan," kata Gronemeyer seperti dikuti The Guardian, Kamis (1/12/2011). 


Lebih lanjut, Gronemeyer yang mengajar di La Trobe University, Australia, menjelaskan, "Tanggal pada prasasti memiliki nilai simbolis sebab merupakan refleksi dari hari penciptaan. Tanggal itu adalah waktu memberikan persembahan untuk dewa, bukan menjadi akhir dari kemanusiaan."


Suku Maya sendiri tidak memiliki pandangan tentang akhir dunia seperti umumnya diyakini oleh manusia zaman sekarang. Maya melihat bahwa dunia merupakan sebuah siklus, di mana satu siklus bisa berakhir dan bermula ke siklus berikutnya

Rabu, 07 Desember 2011

Bahtera Nabi Nuh Kembali Dicari

Gunung Ararat, kawasan yang diperkirakan
 menjadi lokasi terakhir bahtera nabi Nuh. 

Akhir September lalu, Donald Mackenzie, salah satu peneliti yang menelusuri keberadaan Bahtera Nuh lenyap. Ketika itu ia menjalani misi seorang diri dalam upayanya memastikan lokasi bahtera yang dibangun dalam waktu 40 hari 40 malam tersebut.


Menurut catatan terakhir, Mackenzie diketahui berada di Gunung Ararat, wilayah timur Turki. Kini, Donna D’Errico, salah satu bintang dalam serial penyelamat pantai Baywatch akan melanjutkan misi yang dilakukan Mackenzie.


“Saya sudah mempelajari keberadaan bahtera ini selama bertahun-tahun dan melihat data-data yang menyatakan penampakan bahtera itu,” kata D’Errico, seperti dikutip dari AOL, 23 Maret 2011. “Menurut penelitian saya, bahtera ituu patah setidaknya menjadi dua atau tiga bagian,” ucapnya.


Diyakini, salah satu bagian kapal itu berada di kawasan Ahora Gorge, kawasan yang sangat sulit untuk didaki dan berbahaya untuk dijelajahi. Pasalnya, pendaki perlu memiliki stamina yang kuat untuk melakukan pendakian ke kawasan yang berada di ketinggian hampir 4.800 meter itu.


Pada misi penelitian yang rencananya akan dimulai Agustus mendatang, D’Errico didukung oleh Bukla, sebuah perusahaan pemandu turis asal Turki. Mereka sepakat menyediakan transportasi dari Isanbul ke Ararat dan perjalanan kembali, perlengkapan, pemandu, dan juga izin yang diperlukan.


“Saya akan mendaki bersama fotografer dan kamerawan. Saya juga akan membawa serta surat-surat yang dibutuhkan agar mendapatkan izin untuk mendokumentasikan keberadaan bahtera itu,” kata D’Errico. “Kali ini kami akan lebih siap,” ucapnya.

Patung Kaisar Romawi Ditemukan di Roma

Patung Kaisar Romawi
Anda pemerhati sejarah Romawi? Jika ya, kami punya kabar baik. Para arkeolog baru saja menemukan satu set enam patung marmer di Roma yang diperkirakan milik seorang pejabat tinggi di era Kekaisaran Romawi.


Hal itu dinyatakan Kementerian Budaya Italia dalam keterangan resmi, seperti dilansir VIVAnews.com dari Physorg.com, Kamis, 10 Februari 2011.


Dipimpin oleh Roberto Egidi, sebuah kelompok arkeolog menemukan lima patung kepala marmer yang diperkirakan adalah anggota dinasti kekaisaran Severan serta satu patung Zeus, Dewa terbesar Yunani, saat menggali situs publik di kota Roma.


Galian itu berlokasi di dekat air mancur kuno di lingkungan vila mewah Romawi, sepanjang jalan Via Anagnina, Roma Tenggara. Kementerian Budaya Italia mengatakan, temuan yang tidak biasa ini merupakan satu dari temuan terbesar dan terpenting dalam sejarah Ibukota Italia.


Patung-patung tua tersebut akan diserahkan ke badan resmi Museum Nasional Roma dan dibawa terlebih dulu ke Baths Diocleatian, dekat stasiun Termini, untuk menjalani restorasi awal segera.


"Mungkin pemilik terakhir dari vila itu adalah pejabat tinggi yang ada hubungannya dengan dinasti Kekaisaran Romawi Septimius Severus," papar Kementerian Budaya Italia dalam keterangan.
"Keberadaan makam di sekitar vila itu menjadi dasar kuat hipotesa. Menurut perkiraan, patung tersebut dikubur sejak abad kedua atau ketiga. Penguburan itu adalah bagian dari ritual biasa yang dilakukan ketika pemilik vila sebelumnya (Severus) telah tiada," imbuhnya.


Severus memerintah di tahun 193-211 SM. Di eranya, dia berhasil memulihkan stabilitas negara tanpa harus ada pertumpahan darah dari Kekaisaran Commodus sebelumnya yang sempat bergejolak. Dia mendirikan Dinasti Severan yang berakhir di tahun 235 Masehi. Jatuhnya dinasti tersebut ditandai dengan pembunuhan oleh salah satu ahli warisnya.

Ilmuwan Klaim Temukan Makam Mona Lisa


Penggalian Makam Mona Lisa

Perempuan yang menjadi model lukisan Mona Lisa masih menjadi misteri. Namun, sejumlah ilmuwan mengaku telah menemukan tempat peristirahatan perempuan dengan senyum menawan itu. 


Dikutip dari laman The Telegraph, adalah Profesor Silvano Vinceti yang memimpin perburuan makam Lisa Gherardini Del Giocondo, perempuan yang dipercaya luas sebagai perempuan misterius di balik lukisan berusia 500 tahun, Mona Lisa. 


Tim ini kemudian menemukan makam di ruang bawah tanah di Biara Santa Ursula Florence setelah pencarian selama dua minggu dengan menggunakan georadar, map kuno, dan sejumlah dokumen. Silvano mengatakan timnya menemukan dua makam, di mana yang satu lebih tua dari yang lainnya. "Kami yakin, salah satunya adalah makam Lisa Gherardini," kata Silvano.


Tapi, tim ini masih harus bekerja beberapa hari lagi untuk benar-benar sampai di makam tersebut dan meneliti tulang-belulang di dalamnya. Sejauh ini, tim pimpinannya baru menemukan sejumlah tembikar dan tulang-tulang tua. Namun, temuan yang paling dicari ada di bawah tanah biara yang sudah tak terurus itu. 


Turut ikut dalam penggalian ini, Natalia Gucciardini Strozzi, salah satu keturunan Gherardini. Awalnya, dia menentang habis-habisan penggalian ini agar nenek moyangnya bisa beristirahat dengan tenang. Namun, kini dia mendukung apa yang dilakukan tim Silvano. 


"Semula, penggalian ini menakutkan, tapi sekarang saya terpesona. Sangat menarik untuk tahu tempat ini adalah peristirahatan nenek moyang saya," kata dia. 


Lisa Gheradini adalah istri dari seorang saudagar sutra bernama Francesco del Giocondo. Lisa kemudian meninggal pada 1542. Di Italia sendiri, Mona Lisa dikenal juga dengan nama '"La Gioconda". 


Tujuan penggalian ini adalah menemukan jasad 'Mona Lisa' kemudian membandingkan DNA-nya dengan dua anaknya yang dimakamkan di Gereja Annunziata Santissima, Florence. Tahap akhir, merekonstruksi wajah dari jasad untuk kemudian dibandingkan dengan lukisan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci.

Misteri Ular, Monyet, Singa dalam Mona Lisa

Mona Lisa

Lima ratus tahun eksistensi lukisan Mona Lisa, selama itulah kontroversi selalu melekat dalam karya Leonardo da Vinci itu. 


Baru-baru ini, seorang seniman mengklaim memecahkan salah satu misteri dalam Mona Lisa. Melalui temuan sejumlah gambar binatang yang tersembunyi di dalam lukisan itu.


Ron Piccirillo -- nama seniman itu -- yakin, ia menjumpai kepala singa, seekor monyet, dan kerbau mengambang di sekitar kepala subyek lukisan -- juga seekor buaya dan ular ke luar dari sisi kiri Mona Lisa. Gambar-gambar itu akan terlihat jika lukisan dilihat dalam posisi miring, di sudut 45 derajat.


Piccirillo yang adalah pelukis amatir dan desainer grafis asal New York itu mengatakan, ia mengikuti serangkaian petunjuk Leonardo da Vinci untuk menguraikan maksud di balik karya Sang Maestro. Ia mengklaim, temuannya itu menguak arti lukisan yang dibuat pada tahun 1519 tersebut. 


Bahwa Mona Lisa sebenarnya adalah representasi dari rasa iri.


Pendapat ini akan memicu kontroversi di kalangan kritikus seni -- di mana banyak di antara mereka punya teori sendiri tentang lukisan ini, dan arti di balik senyumnya yang misterius. 


Namun, Piccirillo mengklaim, ia menemukan gambar serupa dalam karya sejumlah maestro pelukis era Renaissance, seperti Titian dan Rafael. 


Ia mengaku, pertama kali yang ia sadari adalah keberadaan kepala singa. "Lalu, saya melihat kerbau, saya terkejut dan berseru: "ya Tuhan"," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, 6 Desember 2011. Awalnya, ia tak yakin apa yang dilihat, namun akhirnya Piccirillo pun sadar, ia menemukan apa yang selama ini ia cari. 


Piccirillo juga mengaku, ia kemudian juga menemukan buaya dan ular atas petunjuk jurnal milik da Vinci -- yang menyebut sudut 45 derajat adalah angle cahaya terbaik. 


Istruksi da Vinci juga menyebut, agar orang yang melihat menempatkan mata mereka di level yang sama dengan horison dalam lukisan. 


Piccirillo menambahkan, melalui gambar-gambar itu, ia bisa memahami kalimat dalan jurnal da Vinci, tentang bagaimana untuk melukiskan rasa iri: "Membuat hati perempuan itu membengkak karena digerogoti ular' -- dengan simbol ular yang ke luar dari dada kanannya. 


Piccirillo mengaku, menghabiskan waktu dua bulan mengkaji jurnal da Vinci hingga menemukan kalimat tentang rasa iri itu. "Ini sangat luar biasa karena setiap orang tak pernah menyangka, da Vinci menulis sesuatu tentang Mona Lisa." 


Ada juga referensi untuk kepala singa tersembunyi dalam jurnal itu. Bahwa terkait lukisan rasa iri, seniman harus memberi subyek lukisan kulit macan tutul -- karena mahluk itu membunuh Singa yang ke luar dari rasa iri dan dari kebohongan. Lihat gambar binatang tersembunyi Mona Lisa di sini.


Sebelumnya, Komite Warisan Budaya Italia mengklaim menemukan huruf tersembunyi dalam mata Mona Lisa. 


Di mata kanan terlihat huruf 'LV' yang mungkin inisial namanya, Leonardo da Vinci, sementara di mata kirinya juga terdapat simbol huruf yang belum terdefinisikan."


Para ahli belum memutuskan huruf apa di mata kiri Mona Lisa. Itu bisa saja huruf 'CE' atau huruf 'B'. Sementara di lengkung jembatan di latar belakang lukisan, bisa terlihat angka '72' atau itu bisa jadi huruf 'L' dan angka '2'. 
Simbol di mata Mona Lisa

Selasa, 06 Desember 2011

Seperlima Gletser Himalaya Mencair

Gletser Mendenhall, Juneau, Alaska
Sebanyak seperlima gletser di Himalaya telah menyusut karena mencair dalam kurun 30 tahun terakhir. Rinciannya antara lain, 21 persen gletser di Nepal dan 22 persen gletser di Butan mencair.

Fakta itu merupakan hasil penelitian International Center for Integrated Mountain Development (Icimod), sebuah organisasi yang berbasis di Kathmandu, Nepal. Sebanyak 3 laporan menyangkut hasil riset tersebut dipresentasikan pertama kali di UN Climate Talk di Durban, Afrika Selatan, Minggu (4/12/2011).

Icimod melakukan survei pada 10 lokasi berbeda dan menemukan fakta bahwa gletser di seluruh lokasi yang diteliti mencair. Pencairan mengalami percepatan dalam 10 tahun terakhir, terutama tahun 2002-2005.

Ilmuwan memperingatkan bahwa Himalaya adalah "kutub ketiga" yang jika mencair akan berkontribusi pada kenaikan permukaan air laut. Pencairan gletser juga akan merugikan masyarakat yang hidup di bawahnya dan berpotensi mengakibatkan kekeringan di Asia.

"Wilayah Hindu Khus Himalaya adalah raksasa lunak. Terlihat mengagumkan, wilayah itu adalah salah satu yang paling sensitif di dunia," kata David Molden, Direktur Icimod, seperti dikutip AFP, Senin (5/12/2011).

Sampai saat ini, belum ada data spesifik tentang jumlah, area, dan status terkini di seluruh wilayah Himalaya. Diprediksikan, jika emisi gas rumah kaca berlangsung tanpa pengurangan, gletser akan menghilang tahun 2035.

Menanggapi laporan tersebut, Rajendra Pachauri, Chairman Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) mengungkapkan, "Laporan ini memberikan dasar dan informasi di lokasi spesifik untuk memahami perubahan iklim di salah satu wilayah yang paling rapuh di dunia."

Pada saat yang sama, penelitian ini juga kembali menegaskan pentingnya mengurangi emisi gas rumah kaca lewat berbagai tindakan, mulai menjaga hutan hingga mengurangi pemakaian bahan bakar fosil.

Ditemukan, Siput Albino Bertubuh Seputih Susu

Siput Albino

Tubuh siput atau keong biasanya berwarna kuning kecoklatan sampai hitam. Namun, hewan jenis moluska yang ditemukan di Taman Nasional Kahurangi, Selandia Baru sungguh berbeda. 


Siput berjenis Powelliphanta hochstetteri hochstetteri albino bertubuh seputih susu ditemukan di semak-semak oleh kelompok pejalan kaki. Menurut salah seorang anggota, Bill Brough, pagi itu mereka menemukan empat dalam keadaan basah akibat guyuran hujan. "Lalu, kami melihat siput putih. Wow! Kami sangat senang melihatnya, ini luar biasa langka," kata dia. 


Siput jenis Powelliphanta yang hanya ditemukan di Selandia Baru, termasuk raksasa dalam dunia siput. Mereka adalah karnivora, makanan favorit hewan tersebut adalah cacing tanah, juga sesama bekicot. 


Foto yang diambil Waimea Tramping Club menunjukkan, siput dengan karakteristik cangkang keemasan yang cukup langka. Lebih istimewa lagi, karena tubuhnya putih, tidak hitam seperti biasanya. 


Ahli  Powelliphanta dari Departemen Konservasi, Kath Walker mengatakan, selama 30 tahun meneliti siput tersebut, baru dua kali ia menjumpai yang albino. 


Kali pertama adalah 23 tahun lalu di 1988, di Gunung Burnett di Golden Bay. Yang ke dua, baru-baru ini lewat foto. "Dari foto yang diambil, siput itu sudah dewasa, setidaknya berusia 10 tahun. Saya sangat kagum, ia mampu bertahan selama itu," kata dia. "Tubuhnya yang putih mungkin yang membuatnya bertahan dari serangan weka (sejenis burung) dan predator lain." 


Walker mengatakan albinisme dikenal terjadi pada banyak spesies hewan di seluruh dunia. Itu adalah akibat cacat genetik yang diwariskan dalam enzim yang memproduksi melanin.


Walker mengaku telah mencari tempat di mana siput albino terlihat, namun tak berhasil. "Aku penasaran dan tertarik untuk melihat bekicot albino yang luar biasa itu."

Minggu, 04 Desember 2011

Ramalan 'Kiamat' Artefak Bangsa Maya Dibantah

Film 2012
Bangsa Maya diasumsikan pernah meramalkan bahwa 'kiamat' akan terjadi pada 21 Desember 2012. Asumsi ini berdasarkan ditemukannya penanggalan dan inskripsi bangsa Maya yang terdapat di sebuah prasasti tablet batu, di situs Tortuguero, Mexico.

Selain itu, arkeolog beberapa waktu lalu juga menemukan sebuah ukiran (atau mungkin relief) yang terbuat dari batu bata, yang menyebut mengenai ramalan bangsa Maya mengenai 'kiamat' pada tahun 2012. Artefak ini ditemukan di dekat reruntuhan Comalcalco. Adapun Comacalco memiliki keunikan, karena jarang kuil Maya yang terbuat dari batu-bata.

Tapi ahli mengenai kebudayaan Maya asal Jerman, Sven Gronemeyer, mengatakan ramalan mengenai 'kiamat' itu merupakan misinterpretasi atau salah pembacaan.

Menurut Gronemeyer, inskripsi yang ditemukan tidak terbaca secara lengkap, karena ada bagian yang mengalami kerusakan. Tapi, jika itu bisa dibaca, inskripsi juga tidak menyebut apapun mengenai hari akhir atau kiamat.

Berdasarkan pembacaan yang dilakukannya, Gronemeyer berpendapat inskripsi di tablet batu Tortuguero menjelaskan mengenai transisi era baru di kalender bangsa Maya, dan bukan akhir dunia.

Berdasarkan inskripsi Tortuguero, terdapat penjelasan mengenai apa yang akan terjadi di tahun 2012. Salah satunya adalah munculnya Bolon Yokte, dewa Maya yang bersifat misterius, yang selama ini dikaitkan dengan perang dan penciptaan. Walau inskripsi ini tidak ditemukan secara sempurna, inskripsi itu diduga menyebut kalimat: "Dia akan datang dari langit."

Tapi, menurut Gronemeyer, Bolon Yokte disebut sebagai figur yang melambangkan perubahan. Kesalahan pandangan terhadap kepercayaan bangsa Maya ini dituding Gronemeyer dilakukan oleh bangsa Barat.

Gronemeyer berpandangan, inskripsi memang menjelaskan kembalinya dewa bangsa Maya, Bolon Yokten di akhir periode ke-13 rotasi Baktun. Berdasarkan penanggalan bangsa Maya, 1 rotasi Baktun berlangsung selama 394 tahun, dan angka 13 merupakan angka sakral bagi bangsa Maya. Penanggalan bangsa Maya diperkirakan dimulai pada 3114 SM dan berakhir di Rotasi Baktun ke-13  pada 21 Desember 2012.

Tapi Gronemeyer membantah kedatangan Bolon Yokte menjelaskan tentang kiamat. Karena tak ada penjelasan mengenai kiamat di tanggal 21 Desember 2012. Bagian mengenai ramalan merupakan ramalan penguasa saat itu, Bahlam Ajaw, yang ingin merencanakan kedatangan dewa Bolon Yokte.

"Untuk petinggi Tortuguero, jelas bahwa mereka harus menyiapkan lahan untuk kembalinya dewa, dan Bahlam Ajaw akan menjadi penerima dewa itu di prosesi inisiasi itu," jelas Gronemeyer.

"Tanggal itu memiliki nilai simbolis, karena merupakan refleksi dari hari penciptaan. Ini merupakan kedatangan dewa, dan bukan berarti memiliki arti penting bagi manusia," lanjutnya.

Sebelumnya, Institut Antropologi dan Sejarah Nasional di Mexico kemudian mengatakan, 'kiamat' pada Desember 2012 merupakan misinterpretasi bangsa Barat dalam membaca penanggalan bangsa Maya. "Ramalan barat telah memelintir cosmovision (pandangan kosmis) dari peradaban masa silam seperti bangsa Maya."

Kamis, 24 November 2011

Tikus Bantu Tentara Endus Ranjau

Pemerintah bersama ilmuwan Kolombia memutuskan menggunakan tikus sebagai hewan pendeteksi logam dan ranjau darat yang ditanam oleh para pemberontak Kelompok Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).


Para tikus itu dikembangbiakkan dalam suatu tempat dan diberikan program pelatihan sejak 2006 untuk menemukan ranjau darat yang membunuh atau melukai ratusan orang setiap tahun.


Tikus dianggap lebih modern ketimbang anjing untuk mendeteksi ranjau darat, bahkan anjing dianggap lebih tradisional. Meski anjing memiliki indera penciuman yang tajam, tikus lebih ringan dan kemungkinan ranjau meledak sangat kecil.


Tikus-tikus ini kemudian diajarkan mengenali perintah suara dan bau spesifik logam yang digunakan dalam ranjau darat, dan kemudian untuk bekerja dalam jumlah besar di area terbuka. 


"Tikus ini akan sangat membantu, dan akan memberikan masukan yang bagus untuk mereka yang berusaha untuk mendeteksi ranjau," kata Pejabat Kepolisian Kolombia, Erick Guzman sebagaimana dilansir Reuters, Rabu, 23 November 2011.


"Kami berharap bahwa generasi ini akan siap pada awal tahun depan yang akan diuji dalam lingkungan yang nyata."


Statistik menunjukkan pada 2011 korban ranjau darat di Kolombia telah menewaskan 40 orang dan melukai 247 lainnya. Sementara sepanjang 2010 korban tewas mencapai 535 orang.

Dibantah, Partikel Lebih Cepat dari Cahaya

Ilustrasi Kecepatan Cahaya
Sekelompok ilmuwan internasional di Italia yang juga mempelajari partikel neutrino menyatakan tak benar ada partikel yang lebih cepat dari cahaya. Mereka membantah penemuan rekan-rekan mereka dari tim OPERA yang membuat penelitian di laboratorium Gran Sasso dan melansirnya pada September lalu.


Tim OPERA menyatakan, mereka merekam neutrino yang dipancarkan dari pusat riset CERN di Swiss datang dalam 60 nanodetik sebelum cahaya tiba. Namun, menurut tim dari ICARUS, penemuan OPERA kemungkinan berdasarkan premis yang salah. 


ICARUS yang juga melakukan eksperimen yang sama di Gran Sasso menyatakan, hasil penelitian mereka membuktikan penemuan OPERA tak benar. Dalam makalah yang diterbitkan Sabtu 19 November 2011, di situs yang sama dengan hasil yang diterbitkan OPERA, ICARUS menyatakan penemuan mereka "membantah sebuah intrepretasi superluminal (lebih cepat dari cahaya) oleh hasil OPERA."


ICARUS beralasan, berdasarkan studi sebelumnya oleh dua fisikawan Amerika Serikat, bahwa neutrino yang dipompakan dari CERN, dekat Jenewa, telah kehilangan sebagian energi mereka jika melakukan perjalanan yang sedikit saja melampaui cahaya. Namun faktanya, kata peneliti dari ICARUS, neutrino yang ditembakkan dalam eksperimen diterima kembali dalam spektrum cahaya yang penuh yang berarti dia berjalan dalam kecepatan cahaya, tak lebih.


Fisikawan Tomasso Dorigo, yang juga bekerja di Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) dan Fermilab Amerika Serikat dekat Chicago, menyatakan makalah ICARUS "sangat sederhana dan pasti."

Penemuan "partikel yang lebih cepat dari cahaya" ini menggegerkan dunia fisika karena berdasarkan teori relativitas khusus Albert Einstein yang muncul tahun 1905, tak ada materi yang bisa lebih cepat dari cahaya. Teori ini menjadi jantung dari semua kosmos sains.

Dua Tengkorak Dapat Menjawab Misteri Alien

Penemuan dua tengkorak mumi panjang di Peru yang memiliki ukuran yang berbeda dengan ukuran normal tengkorak manusia dapat menjawab eksistensi alien. 


Mumi pertama, dengan kepala tengkorak yang memiliki ukuran lebih besar 50 cm (20 inchi). Penemuan ini merupakan satu dari dua penemuan sebelumnya di kota Andahuaylillas, bagian selatan Quispicanchi, Peru.


Kerangka tersebut ditemukan oleh Renato Davila Riquelme, yang bekerja di Museum Privado Ritos Andinos, di Cusco, Peru Tenggara. Ia mengatakan bahwa lubang mata kerangka tersebut lebih lebar dari ukuran normal mata manusia pada umumnya. Dalam kerangka itu juga tengkoraknya sangat lembut, yang merupakan karakteristik pada anak berusia satu tahun, ini disebut open fontanelle. Tengkorak juga mempunyai geraham yang lebar yang hanya ditemukan pada orang manula.


David mengatakan tiga antropologis dari Spanyol dan Rusia, telah datang ke museum pada pekan lalu untuk menginvestigasi penemuan ini dan mereka sepakat bahwa ini bukan seorang manusia. Mereka juga akan melakukan studi lebih lanjut soal ini.


“Meskipun penilaian dari luaran, ini sangat jelas tidak sesuai dengan setiap kelompok etnis di dunia,” sebutnya. Bekas bola mata dalam rongga akan membantu menentukan genetic DNA dan menuntaskan kontroversi apakah ini manusia atau tidak.


Mumi yang kedua ditemukan tidak lengkap, hanya berukuran 30 cm (12 inchi). Mumi ini tidak mempunyai wajah dan tampak terbalut dalam sebuah jaringan plasenta, menunjukkan mumi sedang mengandung janin.


Bekas mumi tersebut yang sangat menyerupai tengkorak Kristal segitiga pada 2008 dalam Film Indiana Jones dan Kingdom of The Crystal Skull, yang ternyata alien asli dan memiliki kekuatan supranatural.

Rabu, 23 November 2011

Otak Pembantaian Orangutan Harus Diusut Tuntas

Penangkapan dua pelaku pembantaian orangutan di Kalimantan Timur disambut baik para penggiat konservasi. Namun, upaya melindungi orangutan dinilai masih belum selesai. Otak pelaku pembantaian harus diusut tuntas.


Dua terduga pelaku pembunuhan orangutan di Kalimantan Timur yang berinisial M alias G dan M telah diamankan pihak kepolisian. Mereka mengaku membunuh 20 orangutan dan monyet sejak 2008 untuk mendapatkan bayaran sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta dari perusahaan kelapa sawit.


"Atas penangkapan dua pelaku itu, COP sangat mengapresiasi teman-teman kepolisian yang bekerja di lapangan," kata Daniek Hendarto dari Center for Orangutan Protection (COP) kepada Kompas.com, Selasa (22/11/2011)


Meski demikian, Daniek mengatakan bahwa penangkapan pelaku saja belum cukup. Ia berharap agar penangkapan terhadap pelaku ini bisa menjadi langkah awal untuk mengulik hal yang lebih besar. Penyelidikan terhadap perkebunan kelapa sawit yang terlibat pembantaian itu juga harus dilakukan.


"Yang ditangkap dua orang itu kan orang lapangan. Kami mengharapkan pemerintah juga serius untuk menemukan otaknya," ungkap Daniek saat dihubungi lewat telepon.


Terkait dengan upaya penyelidikan, pihak COP, kata Daniek, sudah menyediakan bukti foto dan video terkait pembunuhan orangutan itu. Ia berharap bukti tersebut bisa menjadi pijakan untuk menemukan pihak di belakang pembantaian tersebut.


Sejumlah tulang orangutan ditemukan Oktober lalu di kawasan Desa Puan Cepak, Kalimantan Timur. Setelah diteliti staf Universitas Mulawarwan, tulang itu dipastikan milik orangutan, diduga dibunuh dengan senjata tajam.


Tanggal 3 November 2011 lalu, satu orangutan jantan juga ditemukan terluka di kebun kelapa sawit PT Khaleda Agroprima Malindo. Diduga, orangutan itu disiksa hingga patah tulang.


Kasus kematian orangutan akibat disiksa atau dibunuh, menurut Daniek, bukanlah hal baru. Kasus itu diduga kuat melibatkan oknum perkebunan kelapa sawit, namun jarang tersentuh hukum. Penelitian The Nature Conservancy (TNC) dan 17 LSM lainnya menyebutkan bahwa setidaknya 750 orangutan dibunuh setiap tahunnya.

Tiga Astronot ISS Tiba Kembali di Bumi

Tiga astronot yang telah menghabiskan 167 hari atau lebih dari lima bulan di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), tiba kembali dengan selamat di Bumi, Selasa (22/11/2011) pagi waktu setempat, di sebuah stepa bersalju di Kazakhstan. Kepulangan mereka membuktikan tenologi kapsul antariksa Soyuz buatan Rusia masih bisa diandalkan untuk perjalanan ke luar angkasa.


Astronot Mike Fossum dari AS, Satoshi Furukawa dari Jepang, dan Sergei Volkov dari Rusia dilaporkan mendarat tepat waktu dan tepat sasaran di kawasan Arkalyk, Kazakhstan, beberapa saat sebelum matahari terbit atau pukul 02.26 GMT (09.26 WIB).


Televisi nasional Rusia menyiarkan para astronot dikeluarkan satu persatu dari dalam kapsul pendarat Soyuz dan langsung digendong ke tempat perlindungan sementara untuk melindungi mereka dari suhu ekstrem minus 15 derajat celsius di lokasi pendaratan.


Mereka kemudian diterbangkan dengan helikopter ke kota Kostanay, Kazakhstan, untuk pesta perpisahan setelah selama hampir setengah tahun selalu bersama-sama di dalam ISS. Fossum dan Furukawa akan diterbangkan langsung ke AS, sementara Volkov pulang ke Moskwa.


Kepulangan mereka dengan selamat menggunakan Soyuz membuktikan teknologi wahana anatriksa yang sudah berusia lebih dari 40 tahun itu masih bisa diandalkan untuk perjalanan ke luar angkasa. Sejak AS menghentikan program pesawat ulang alik-nya, pesawat Soyuz dari Rusia menjadi satu-satunya wahana yang diandalkan untuk mengantarjemput astronot ke ISS.


Keandalan wahana antariksa Rusia sempat diragukan setelah pesawat Progress, yang membawa perbekalan untuk ISS, jatuh di Siberia beberapa menit setelah diluncurkan, Agustus. Akibat kecelakaan itu, penerbangan Soyuz untuk menjemput Fossum dan kawan-kawan tertunda enam hari.


Pada 14 November lalu, Soyuz yang membawa kru pengganti mereka meluncur dengan sukses dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan. Mereka membawa astronot Dan Burbank dari AS dan Anton Shkaplerov dan Anatoly Ivanishin dari Rusia, dan menjemput Fossum dan rekan-rekannya kembali ke Bumi.


Soyuz akan kembali meluncur pada 21 Desember nanti, dengan membawa tiga kru tambahan ke ISS

Pesawat Awan yang Fantastik

Sebuah pesawat futuristik menjanjikan penumpang sebuah pengalaman fantastik, berjalan di antara awan. Pesawat ini diperuntukkan bagi mereka yang lebih menikmati perjalanan ketimbang memikirkan tujuan.


Adalah Tiago Barros yang memiliki proyek pesawat awan yang dinamai Passing Cloud ini. Desainer asal New York ini yakin ide fantastiknya itu bisa diproduksi. "Ini akan menjadi perjalanan yang unik. Pengalaman melayang di atmosfer, di atas awan, tanpa tahu tujuan pasti," kata Tiago seperti dikutip dari laman Dailymail.co.uk.


Konsep pesawat ini sebenarnya mengandalkan kekuatan angin untuk bergerak. Dalam rancangannya, Tiago membuat pesawat berbentuk balon-balon raksasa yang saling terhubung satu sama lain. Kerangka pesawat ini dibuat menggunakan besi lapis baja yang dibalut kain nilon. 


Tiago,33, mengatakan tujuan proyeknya itu adalah meminimalkan karbon dan menantang segala macam transportasi terkini yang mengandalkan kecepatan. 


Dia sangat berharap Passing Cloud ini segera masuk produksi meski tak tahu pasti kapan tahap pengembangan akan dimulai. "Ini masalah kesempatan dan waktu. Target awal saya sudah tercapai, menunjukkan proyek ini ke seluruh dunia."


Menurutnya, Passing Cloud bisa jadi alat yang memiliki banyak kegunaan, mulai dari hiburan, dek observasi, dan sebagainya. 


Proyek Passing Cloud miliknya diperlombakan dalam kompetisi internasional: Life at the Speed of Rail yang digawangi Van Alen Institute.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites